Hai, udah lama gak update ya? Biarin ah, males. Huehehhe. Tapi pokoknya aku usahain seminggu sekali bikin postingan deh, soalnya ini kan udah tahun 2015, harusnya lebih produktif dong yaa! Walaupun pengunjung blog ini hampir ga ada (atau jangan-jangan emang ga ada?), tapi peduli amat. This is my personal blog.
Well, sebenarnya, dari judul postingan ini keliatannya cengeng banget ya? Hehehe. Tapi mau gimana lagi, akhir-akhir ini entah mengapa aku selalu aja mood-nya itu berubah-ubah. Kadang bersemangat. Kadang ga punya motivasi sama sekali. Kaya sekarang aja, entah kenapa aku merasa tertekan. Dengan tugas yang belum selesai lah, pekerjaan rumah lah, buku baru yang menguras air mata sekali (Btw, aku kemarin baru aja beli bukunya Mitch Albom yang judulnya For One More Day yang sinopsisnya aja udah bikin idung merah), dan tertekan dengan kenyataan bahwa ... Besok Hari Senin.
Aku gatau, kenapa jadi takut sama hari Senin. Padahal dulu tuh, seneng banget sama hari Senin, masuk sekolah, ketemu temen-temen, belajar. Sekarang, aku males banget masuk sekolah, belajar, bukan karena males hoream, tapi entah mengapa ... karena perasaan tertekan. Padahal sekolah enggak berubah tuh, masih sama ramenya, masih sama serunya, tapi entah mengapa gak seneng aja gitu pengennya libur, dan setiap hari pengennya kaya Harun, menanyakan, "Kapan Kita Libur Wahai Ibunda Guru?" tapi ga aku tanya-tanyain karena emang masih lama.
Padahal kurang apa coba ya. Liburnya 2 hari. Masuknya 5 hari, walaupun sampai sore. Guru-gurunya baik gak ketulungan, banyak acara seru di sekolah.
Tapi rasanya pengen cepet-cepet pulang begitu bel. Aku enggak betah.
Lalu, pas pulang, karena aku tinggal di perumahan baru jadi banyak anak kecilnya. Dan anak kecil itu saat sore mereka bergerombol, bermain bersama, ketawa, marahan, bersenang-senang, keliatan habis mandinya teh.
Gatau kenapa aku ngeliatnya bikin dada sesak aja, mikirnya, Aku dulu juga gitu. Aku dulu juga seneng. Sekarang kenapa enggak? Kenapa mereka yang seneng waktu sore? Kenapa aku terpuruk gini? Kenapa aku enggak kaya mereka?
Lalu aku ingat, duluuu aku juga sama kaya anak kecil itu. Lebih bahagia malah. Temannya lebih banyak. Permainannya lebih beragam. Udah lahya, itu kan masa kecil udah kelewat. Tapi ...
Aku ngerasa kaya pengen balik ke masa kecil.
Saat aku bangun pagi, bersemangat sekolah, berangkat.
Saat sekolah pulangnya siang, terus pas pulang langsung tidur.
Sorenya kebangun, langsung mandi, terus main.
Sabtu Minggunya libur, bisa main sepuasnya.
Kalau dipikir-pikir aku juga bisa kaya gitu kok sekarang. Tapi entah kenapa rasanya beda. Rasanya enggak sama. Rasanya semakin kesini makin terpuruk aja.
Aku pikir mungkin aku terlalu tertekan, kecapean karena enggak disiplin tugas dan itu semua bikin badmood, sampai aku akhirnya cuman bisa lari ke memori masa kecil yang lebih menyenangkan.
Tapi aku pikir, toh banyak kok yang seumur aku juga mengalami hal yang sama, bahkan mungkin mereka malah lebih parah karena masa kecilnya tidak bahagia. Harusnya aku bersyukur kan, punya masa kecil bahagia, dan harusnya aku kenang baik kan bukan aku tangisi? Dan aku juga pengen kan nanti kalau udah besar, masa-masa SMP tuh aku mengenang dengan bangga karena aku banyak mengukir prestasi di masa ini.
Ini semua pilihannya kan; kau memiliki masa kecil yang bahagia. Dan untuk kedepannya, masa sekaranglah penentu apakah akan sebahagia masa kecil atau mungkin lebih dari bahagia, tapi membanggakan?
Jadi aku memutuskan untuk tidak menangisi lagi kebahagiaan masa lalu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar